"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,

dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab,
yaitu orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring
dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka"















** SILAKAN MASUK DISINI.....BERMINAT TUKARAN LINK ( LINK EXCHANGE )?? - SIMPAT1K 2008 (supported)
- WEB SAMARINDA
- WEB KALTIM
- SAMARINDA CITY
- L.B.M
- KOMUNITAS Q
- DUDUNG NET
- PAKDE NONO
- SYARIAH ONLINE
- SAMARINDA POS
- KALTIM POST
- ISLAM HARI INI
- SALAFI
- ISLAM LIBRARY
- ISLAM MUDA
- DARUSSALAF
- MEDIA ISNET
- UKHUWAH
- RAHIMA
- AL SOFWAH
- MIFTA
- HALAL GUIDE
- AR RAHMAH
- AL IKHWAN
- WALISONGO NET
- VBAITULLAH
- MOSLEM SOURCES
- HIZBUT TAHRIR
- AL MANHAJ
- SWARA MUSLIM
- ISLAMDOTNET
- INFO PALESTINA
- JILBAB
- WALISONGO NET
- FILISTIN
- BANGSA MUSNAH
- HTML COLOR CODES

  • Januari 2007
  • Mei 2007
  • Juni 2007
  • Juli 2007
  • Agustus 2007
  • November 2007
  • Januari 2008
  • Februari 2008
  • Maret 2008
  • April 2008
  • Juni 2008
  • Juli 2008
  • November 2008
  • April 2009
  • Mei 2009
  • Juni 2009
  • Juli 2009

  • - AJANG KITA
    - DISKUSI FORUM
    - FORUM SWARA MUSLIM
    - FAITH FREEDOM
    - FAITH FREEDOM INA
    - FORUM MASJID
    - FORUM GEREJA
    - SYIAH
    - SYIAH (2)
    - LIA EDEN
    - J I L
    - AHMADIYAH
    * Computech
    * Ruang dan Waktu (life journey)


    E-BOOK DAN ARTIKEL
    * Kumpulan e-Book Harun Yahya
    * Kumpulan E-Book Masalah Qur'an dan hadist
    * Kitab Al Umm (Imam Syafi'i)
    * Ayat-Ayat Cinta
    * Dalam Mihrab Cinta I
    * Dalam Mihrab Cinta II
    * Mahkota Cinta
    * Diatas Sajadah Cinta
    * Pipit Senja : Dibalik Ayat-ayat Cinta
    * Layla Majnun
    * J.U = Sex n'The City
    * J.U = Karnaval Malam
    * J.U = Forbidden City
    * Detik-Detik Hidupku
    * Edensor
    * Laskar Pelangi 1-8
    * Laskar Pelangi 2-8
    * Laskar Pelangi 3-8
    * Kumpulan Diskusi
    * Kumpulan e-book Islami lainnya
    * Kristologi
    SOFTWARE
    * Kamus Indo-Arab (mufid)
    * Setup Qur'an di Word
    * Hitung Zakat
    * Terjemah Qur'an
    * Hadist (Indonesia)
    * WinRar (Full)
    * AVG AV (free)
    * The Killer Machine
    * Ans AV (free)
    * CAV
    * Lavasoft
    * McAffe 2008 Full
    * Word To PDF
    * My Uninstaller
    * Converter Flv-3Gp
    * Aare MP3 Converter
    * AMD Clock
    * Deep Freeze 5
    * File n Folder Protector
    * File Scavenger
    * Free Undelete
    * Procee XP
    * Super Cleaner
    * FLV Player
    * Easy Web Builder


    Mohammad Nofriansyah's Profile
    Mohammad Nofriansyah's Facebook Profile
    Create Your Badge


    SAMARINDA EAST BORNEO INDONESIA

    Justdontcryalone










    Powered by PrMania.Net



    Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
    eXTReMe Tracker
    Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com Counter Powered by  RedCounter

    27 Mei 2009
    Pencampur adukkan antara Haq dan Bathil

    Di antara manusia ada yang memiliki hasrat dan semangat yang tinggi, sehingga mereka bisa mendalami berbagai cabang ilmu syariat, berupa ilmu Al-Qur`an, hadits, fiqih dan sastra. Lalu Iblis mendatangi mereka dengan talbis-nya yang lembut, sambil membisikkan kesombongan kepada mereka, karena mereka bisa mendalami berbagai macam ilmu dan bisa mengulurkan manfaat kepada orang lain. Di antara mereka ada yang tidak pernah bosan menggali ilmu dan merasakan kenikmatan dalam penggalian ini, yang tentu saja karena bisikan Iblis. Iblis bertanya kepadanya, Sampai kapan engkau merasa letih melakukan semua ini? Tenangkan badanmu dalam memikul beban ini dan lapangkan hatimu dalam menikmati ilmu. Karena jika engkau melakukan kesalahan, maka ilmu dapat membebaskan dirimu dari hukuman. Lalu Iblis membisikinya tentang kelebihan yang dimiliki para ulama. Jika seseorang terkecoh dan menerima bisikan serta talbis Iblis ini, maka dia akan celaka.
    Jika setuju, maka dia dapat berkata, Jawaban atas pernyataanmu dapat ditinjau dari tiga sisi:

    l. Memang para ulama diutamakan karena ilmu. Namun andaikan tidak ada amal, maka ilmu itu tidak ada artinya apa-apa. Jika aku tidak mengamalkannya, berarti aku sama dengan orang yang tidak mengerti maksudnya, hingga keadaan diriku tak ubahnya orang yang mengumpulkan makanan dan memberikan makanan itu kepada orang-orang yang kelaparan, tapi dia sendiri tidak makan dan tidak mempergunakan makanan itu untuk menghilangkan rasa laparnya.

    2. Dapat menyanggahnya dengan celaan yang ditujukan kepada orang yang tidak mengamalkan ilmu, seperti kisah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang seseorang yang dilemparkan ke dalam neraka, lalu ususnya terburai, seraya berkata, Dulu aku menyuruh kepada yang ma`ruf namun aku justru tidak melaksanakannya, dan aku mencegah dari yang` mungkar, namun justru aku melaksanakannya. (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).

    Abud-Darda` Radhiyallahu Anhu berkata, Celaka bagi orang yang tidak berilmu (sekali), dan kecelakaan bagi orang yang berilmu namun tidak beramal (tujuh kali).

    3. Menyebutkan hukuman bagi orang-orang yang berilmu, karena tidak mau mengamalkan ilmunya, seperti Iblis dan lain-lainnya. Celaan terhadap orang yang berilmu namun tidak beramal adalah dengan firman Allah,
    Seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. (Al-Jumu`ah: 5).

    Iblis memperdayai orang-orang yang mendalami ilmu dan juga beramal dari sisi lain. Iblis membaguskan di hadapan mereka sikap sombong karena ilmu, dengki terhadap saingan, riya` dalam mencari kedudukan. Kadang-kadang Iblis menunjukkan kepada mereka, bahwa yang demikian itu termasuk hak yang wajib mereka lakukan. Jika tidak melakukannya, justru mereka melakukan suatu kesalahan.

    Jalan keluar bagi siapa yang enggan melihat dosa takabur, dengki dan riya`, bahwa iimu tidak bisa menghalangi akibat dari hal-hal itu, bahkan hukumannya berlipat karena kelipatan hujjah hukuman itu. Siapa yang melihat sirah para ulama salaf yang juga aktif beramal, tentu akan memandang hina dirinya sendiri dan tidak berani takabur. Siapa yang mengetahui Allah, tentu tidak akan berbuat riya`, dan siapa yang memperhatikan takdir Allah yang ditetapkan menurut kehendak-Nya, maka dia tidak akan berani mendengki.

    Iblis menyusup ke dalam diri mereka sambil membawa syubhat dengan cara yang pintar, seraya berkata, Yang kalian cari adalah ketinggian kedudukan dan bukan takabur, karena kalian adalah para pembawa syariat. Yang kalian cari adalah kemuliaan agama dan memberantas ahli bid`ah. Jika kalian membicarakan orang-orang yang dengki, akan menimbulkan kemarahan terhadap syariat. Sebab para pendengki itu suka mencela siapa pun yang menghadapi mereka. Jadi apa yang kalian kira sebagai riya`, sama sekali bukan riya`. Sebab siapa pun di antara kalian akan menjadi panutan, sekalipun dia hanya berpura-pura khusyu` dan pura-pura menangis, sebagaimana dokter yang menjadi panutan orang yang sakit.

    Talbis Iblis ini baru terungkap, jika ada seseorang di antara mereka yang bersikap sombong kepada yang lain atau menampakkan kedengkian kepadanya, maka ulama itu tidak marah kepadanya seperti kemarahannya jika kesombongan atau kedengkian itu tertuju kepada dirinya, sekalipun mereka semua termasuk dalam jajaran ulama.

    Iblis juga memperdayai orang-orang yang menekuni ilmu, sehingga mereka senantiasa berjaga pada malam hari dan tekun pada siang hari dalam menyusun kitab. Iblis membisikkan kepada mereka bahwa maksud perbuatan ini ialah menyebarkan agama. Padahal maksud mereka yang sesungguhnya adalah agar namanya terkenal dan statusnya sebagai penulis menjadi tenar. Talbis Iblis ini tersingkap, tatkala orang-orang memanfaatkan karangannya dan membacanya, sementara karangan orang lain tidak dibaca, maka dia merasa senang, sekalipun memang tujuannya untuk menyebarkan ilmu. Di antara orang salaf ada yang berkata, Apa pun ilmu yang kumiliki, lalu ada yang memanfaatkannya, sekalipun tanpa menisbatkannya kepada diriku, maka aku merasa senang.

    Di antaranya ada yang merasa senang karena banyak pengikutnya. Iblis menciptakan talbis, bahwa kesenangan ini karena banyaknya orang yang mencari ilmu. Padahal dia senang karena banyak yang menyebut nama dirinya. Dia merasa ujub karena perkataan dan i1mu mereka yang ditimba darinya. Talbis Iblis ini tersingkap, ketika ada di antara mereka yang memisahkan diri darinya lalu bergabung dengan ulama lain yang lebih tenar darinya, maka dia merasa berat hati. Yang demikian ini bukan merupakan sifat orang-orang yang tulus dalam mengajarkan ilmu. Perumpamaan orang yang tulus dalam mengajar ialah seperti para dokter yang mengobati beberapa pasien karena Allah. Jika sebagian pasien itu ada yang sembuh, maka yang lain merasa senang.

    Ada para ulama yang selamat dari talbis Iblis yang nyata. Tapi Iblis tetap mendatangi mereka dengan talbis-nya yang tersembunyi, seraya berkata kepadanya, Aku tidak pernah bertemu seseorang seperti dirimu. Jika ulama itu senang dengan ucapan semacam ini, maka dia telah melakukan kesalahan karena ujub. Jika tidak, berarti dia telah selamat.

    As-Sary As-Sagathy berkata, Andaikan seseorang memasuki sebuah kebun yang di dalamnya ada semua pepohonan yang diciptakan Allah, ada semua burung yang diciptakan Allah, lalu makhluk-makhluk itu berkata kepadanya dengan bahasanya masing-masing, Wahai wali Allah`, lalu dia merasa senang mendengarnya, maka dia menjadi tawanan di tangan makhluk-makhluk itu.

    Dikutip dari Talbis Iblis karya Ibnul Jauzy, Edisi terjemahan Perangkan Syetan Penerbit Pustaka Al-Kautsar.

    Label:




    For the best view use Mozilla Firefox browser and 1024 X 768 screen resolutions

    Copyright © 2006-2007 SHARE STORIES, LIFE, LIVING AND FAITH...

    free online visitor stat counter